Thursday, 19 October 2017

Produksi Benih Ikan Patin Jambal (Pangasius djambal) Kelas Benih Sebar (Ringkasan SNI 01-7256-2006)



BATASAN
Standar ini  menetapkan persyaratan produksi, cara pengukuran dan pemeriksaan. Ikan patin jambal adalah salah satu dari kelompok pangasius yang banyak terdapat di sungai, danau dan perairan umum lainnya di Indonesia

PERSYARATAN
Pra produksi 
1)   Lokasi : dekat dengan sumber air tawar, ada akses transportasi, dasar tanah stabil, tekstur lempung 50 - 60% dan pasir < 20%. 
2)   Sumber air : bebas dari cemaran, tersedia sepanjang tahun, tersedia saluran pemasukan dan pembuangan air.
3)   Wadah : a) pemeliharaan induk : ≥ 600 m2 atau karamba 2 x 2 x 2 m, b) pemijahan induk : hapa 1 x 2 x 3 m dipasang dalam kolam atau bak 1 x 2 x 3 m, c) penetasan telur : akuarium, bak fiber glass atau corong penetasan, d) pemeliharaan larva : akuarium atau bak, e) pendederan : kolam tanah. 
4)   Induk : seperti pada tabel dibawah ini.          
Tabel : Kriteria induk patin jambal kelas induk pokok


5)   Bahan : a) pakan : Pakan induk: buatan (kadar protein 28  - 35 %), pakan benih umur < 8 hari: nauplii Artemia sp, dan cacing Tubifex sp hidup, pakan benih umur 8 - 36 hari (di kolam) : pakan buatan (kadar protein ≥ 28 %, dan pakan alami (Moina sp dan Daphnia sp) yang ditebar pada waktu persiapan kolam, pupuk kandang, b) kapur tohor (CaO), c) bahan kimia dan obat-obatan : hormon biologis dengan hormon buatan yang sudah teregistrasi, NaCl, dan larutan sera; 
6)   Peralatan : a) pemijahan, penetasan dan pemeliharaan larva : kawin suntik: spuit, botol sperma, penggerus hipopisa, dan centrifuge, pengukuran kualitas air: termometer, pH meter, dan DO meter, peralatan lapangan: ember, baskom, gayung, selang plastik, saringan, plankton net, serok, timbangan, aerasi: aerator/blower, dan instalasinya. b) pendederan : pengukuran kualitas air: termometer, pH meter, dan DO meter, peralatan lapangan : ember, waskom, saringan, serok, lambit, waring, cangkul, hapa penampungan benih, timbangan, dan lain-lain.

Produksi 
1)   Pemijahan buatan : a) kualitas air pemijahan induk: suhu 26 - 31 °C, pH 6,5 - 7,5, oksigen terlarut > 4 mg/l, b) penyuntikan induk : Induk diberok dalam hapa atau bak penampungan selama satu hari, cek kualitas telur dengan kanulator berdiameter dalam 2 - 5 cm, suntikkan hormon hipofisa; induk dengan berat 1 kg memerlukan hipofisa dari ikan donor seberat 3 kg sampai 4 kg. Suntikan pertama 1/3 bagian, suntikan kedua 2/3 bagian dengan selang waktu penyuntikan 8 jam; c) penetasan telur : kualitas air media penetasan telur; suhu 27 - 30 °C, pH 6,5 - 7,5, oksigen terlarut > 5 mg/l, ketinggian air 25 cm - 30 cm, 
2)   Penetasan telur : sifat telur menempel pada dasar wadah, padat penebaran telur: 6 butir/cm² sampai dengan 10 butir/cm², lama inkubasi telur 22 - 30 jam.
3)   Panen larva : disipon setelah menetas 4 - 6 jam.
Pemeliharaan larva : a) kualitas air media pemeliharaan larva : suhu 28 - 30 °C, pH 6,5 - 7,5, oksigen terlarut > 5 mg/l, ketinggian air 20 - 50 cm, b) teknik pemeliharaan larva: tebar larva dalam akuarium/bak fiber glass dengan kepadatan 15 ekor/liter, jumlah naupli artemia dan cacing tubifex hidup yang diberikan seperti dalam tabel dibawah ini. 



CARA PENGUKURAN DAN PEMERIKSAAN
1)   Suhu air : dengan termometer dipermukaan air dan dasar pada pagi dan sore.
2)   Oksigen terlarut : dengan DO-meter, dipermukaan air dan dasar pada pagi dan sore.
3)   pH air : dengan pH meter atau pH indikator pada pagi dan sore.
4)   Ketinggian air : dengan meteran atau alat sejenis dengan satuan centimeter.
5)   Penentuan jumlah penggunaan bahan : a) jumlah pakan : bobot rata-rata ikan (≥ 30 ekor ikan sampel) x jumlah populasi ikan yang ditebar x persentase tingkat pemberian pakan yang telah ditetapkan; b) jumlah pupuk dan kapur : dihitung dosis per meter x luas persegi; c) jumlah benih yang ditebar : padat tebar x luas persegi (ekor/m2); d) panjang total benih : jarak antara ujung mulut sampai ujung sirip ekor (inci); e) penentuan dosis kelenjar hipofisa : bobot donor banding bobot induk  3 :1.

REFERENSI
BSN, 2006. SNI 01-7256-2006  Produksi Benih Ikan Patin Jambal  (Pangasius djambal)  Kelas Benih Sebarnsif. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
https://www.google.co.id/search

Tuesday, 17 October 2017

Pakan Buatan untuk Ikan Nila (Oreochromis spp) pada Budidaya Intensif (Ringkasan SNI 01-7242-2006)



BATASAN
Standar ini  menetapkan pakan buatan ikan nila pada budidaya intensif yang meliputi klasifikasi, syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji dan pengukuran, syarat penandaan dan cara pengemasan pakan buatan. 

SYARAT MUTU 
Syarat mutu pakan ikan nila pada budidaya intensif seperti pada tabel dibawah ini.
Tabel  :  Syarat mutu pakan ikan nila pada budidaya intensif

CARA PENGAMBILAN CONTOH 
Sesuai dengan SNI 01-2326-1991, Metoda pengambilan contoh produk perikanan.

CARA UJI DAN PENGUKURAN 
Cara uji kimia
1)   Kadar air : sesuai SNI 01-2354.2-2006, Penentuan kadar air pada produk perikanan. 
2)   Kadar abu total : sesuai SNI 01-2354.1-2006, Penentuan kadar abu pada produk perikanan.
3)   Kadar lemak total : sesuai SNI 01-2354.3-2006, Penentuan, kadar lemak total pada produk perikanan.
4)   Kadar protein : sesuai SNI 01-2354.4-2006, Penentuan kadar protein dengan metode total nitrogen pada produk perikanan, 
5)   Kadar serat kasar : sesuai SNI 01-2891-1992, Cara uji makanan dan minuman.
Cara penentuan mikroba
1)   Kadar Salmonella : sesuai SNI 01-2332.2-2006, Penentuan Salmonella pada produk perikanan.
2)   Kandungan aflatoksin : dengan metode analisis aflatoksin terhadap  bahan (makanan kacang tanah, kelapa, dan kelapa hibrida).

Cara pengukuran diameter pakan 
Menggunakan alat mikrometer (milimeter).

Analisis pospor  
Menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 400 nm. 

Kestabilan pakan dalam air  
Diukur dengan menghitung prosentase bobot yang hilang setelah direndam dalam air pada kondisi tertentu.

SYARAT PENANDAAN
Tulisan pada kemasan dalam bahasa Indonesia dengan mencamtumkan : merk dagang, nama produsen, klasifikasi pakan, bobot netto, jenis bahan yang digunakan, jenis bahan yang ditambahkan, kandungan nutrisi, cara penyimpanan, cara penggunaan, bentuk dan sifat fisik, kestabilan dalam air, tanggal kadaluarsa dan kode produksi.

CARA PENGEMASAN 
Dikemas dalam wadah yang tertutup rapat, aman dalam penyimpanan dan pengangkutan.  

REFERENSI
BSN, 2006. SNI 01-7242-2006  Pakan Buatan untuk Ikan Nila (Oreochromis spp) pada Budidaya Intensif. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
https://www.google.co.id/search

Monday, 16 October 2017

Produksi Ikan Nila (Oreochromis niloticus, Bleeker) Kelas Pembesaran di Karamba Jaring Apung (Ringkasan SNI 01-6495.1-2000)



BATASAN
Standar ini  meliputi istilah dan definisi, persyaratan produksi, cara pengukuran dan penentuan. Standar produksi ikan nila hitam kelas pembesaran dimaksudkan untuk dapat dipergunakan oleh produsen ikan nila, pembesar dan instansi yang memerlukan. Produksi ikan nila kelas pembesaran merupakan suatu rangkaian kegiatan pra produksi, proses produksi dan pemanenan untuk menghasilkan ikan nila hitam ukuran konsumsi.  

PERSYARATAN 
Pra produksi 
1)   Lokasi : terletak di perairan umum, air memenuhi persyaratan minimal kualitas air untuk budidaya, kedalaman air minimal 5 meter dari dasar jaring pada saat surut terendah, kekuatan arus 20 - 40 cm/detik, luas peruntukan areal pemasangan jaring maksimal 10 % dari luas potensi perairan atau 1 % dari luas perairan waktu surut terendah dan jumlah luas jaring maksimal 10 % dari luas areal peruntukan pemasangan jaring. 
2)   Wadah budidaya : a) kerangka : bahan kayu tahan air, bambu atau besi yang dicat anti karat, ukuran 7 x 7 m², bentuk persegi; b) pelampung : bahan stirofom, drum, bentuk silindris, volume 200 liter (0,2 m3), jumlah minimal 8 buah/jaring; c) tali jangkar : bahan polietilen (PE), panjang 1,5 kali kedalaman perairan, jumlah 5 utas/jaring, diameter 0,75 inci; d) jangkar : bahan besi, blok beton, batu, bentuk segi empat, berat minimal 40 kg/buah, jumlah 5 buah/jaring; e) jaring : bahan polietilena (PE 210 D/12), ukuran mata jaring 1 inci, warna hijau, ukuran jaring (7 x 7 x 2,5) m3. 
3)   Benih : sangkal ikan nila kelas benih sebar keturunan pertama dari induk dasar hasil seleksi sesuai SNI 01-6140-1999. 
4)   Pakan buatan : pelet dengan kandungan protein 24 - 28 %. 
5)   Bahan kimia dan obat-obatan : formalin, garam, dapur, biru metilena, kalium permanganat (KmnO4), antibiotika. 
6)   Peralatan : lambit, pembersih jaring, pengukur kualitas air (termometer, piring seki, DO meter, pH meter, dll), peralatan lapangan (timbangan, hapa, waring, ember, alat panen).  

Proses produksi 
1)   Kualitas air :  suhu 25 - 30ÂșC, pH 6,5 - 8,6, oksigen terlarut lebih dari 5 mg/l, ammonia (NH3) kurang dari 0,02 ppm, kecerahan air 0,65 - 0,80 meter, kelimpahan plankton 5.000 - 10.000 individu/ml. 
2)   Padat tebar benih : lihat tabel di bawah. 
3)   Ukuran benih : lihat tabel di bawah.
4)   Waktu pemeliharaan : lihat tabel di bawah ini.
5)   Penggunaan pakan : dosis dan frekwensi pemberian : lihat tabel di bawah.
6)   Penggunaan bahan kimia dan obat-obatan : digunakan dengan cara perendaman atau dicampur melalui pakan. Khusus antibiotika penggunaannya diatur minimal 3 (tiga) minggu sebelum dipanen

Pemanenan 
1)   Sintasan produksi : seperti pada tabel di bawah.
2)   Ukuran ikan konsumsi : seperti pada tabel di bawah. 

Tabel  :  Padat penebaran, ukuran benih dan jumlah pakan produksi ikan nila  kelas pembesaran di karamba jaring apung


CARA PENGUKURAN DAN PENENTUAN 
1)   Suhu : dengan menggunakan termometer, frekuensi pengukuran dilakukan dua kali per hari pada pagi dan sore pada permukaan air dan dasar wadah. 
2)   pH air : dilakukan dengan menggunakan pH meter.
3)   Oksigen terlarut : dengan menggunakan DO meter, frekuensi pengukuran dilakukan dua kali per hari pada pagi dan sore pada permukaan air dan dasar wadah.
4)   Pengukuran NH3 : dengan menggunakan water test kit dan dinyatakan dengan satuan ppm. 
5)   Ketinggian air : dengan mengukur jarak antara dasar wadah pemeliharaan sampai ke permukaan air, menggunakan penggaris dengan satuan centimeter. 
6)   Kecerahan air : dengan menggunakan sechi disk berupa piringan berwarna putih bergaris hitam yang diberi tali dan dimasukkan kedalam air pemeliharaan dan ukuran kecerahan dinyatakan dengan mengukur selisih panjang tali antara pada saat pertama kali sechi disk tidak tampak dengan panjang tali dan tampak jelas kembali pada saat diangkat ke permukaan, dan dinyatakan dalam satuan centimeter. 
7)   Kuat arus : dengan menggunakan current meter. 
8)   Kelimpahan plankton : dengan cara mikrotransek, yaitu mengambil contoh air media kemudian disaring menggunakan plankton-set. Sejumlah air sampel diamati dibawah mikroskopik dan dihitung jumlah individu plankton yang tampak. Kelimpahan plankton dinyatakan dengan jumlah individu per milimeter. 
9)   Kebutuhan pakan : dengan menggunakan berat rata-rata ikan (minimal dari 30 ekor ikan sampel) dikalikan jumlah populasi ikan yang ditanam di kalikan lagi dengan prosentasi pakan yang telah diberikan per hari, dinyatakan dalam satuan gram atau kilogram. 
10) Padat tebar benih : dengan cara menghitung benih ikan hidup pada saat panen dibagi dengan jumlah benih yang ditanam, dinyatakan dalam persen. 
11) Waktu pemeliharaan : dengan mencatat waktu mulai benih ditebar sampai dengan saat panen. 
12) Panjang total : dengan mengukur jarak antara ujung mulut sampai dengan ujung sirip ekor menggunakan jangka sorong atau penggaris yang dinyatakan dalam centimeter atau milimeter. 
13) Pengukuran bobot : dengan menimbang menggunakan analitis yang dinyatakan dalam gram atau miligram. 
14) Sintasan produksi : dengan cara menghitung benih ikan yang hidup pada saat panen dibagi dengan jumlah benih yang ditebar, dinyatakan dalam persen.



REFERENSI
BSN, 2000. SNI 01-6495.1-2000  Produksi Ikan Nila (Oreochromis niloticus, Bleeker) Kelas Pembesaran di Karamba Jaring Apung. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
https://www.google.co.id/search

Produksi Benih Ikan Patin Jambal (Pangasius djambal) Kelas Benih Sebar (Ringkasan SNI 01-7256-2006)

BATASAN Standar ini   menetapkan persyaratan produksi, cara pengukuran dan pemeriksaan. Ikan patin jambal adalah salah satu dari ke...