Loading...

Selasa, 19 Mei 2015

PROSEDUR PENDAFTARAN UNIT PENGOLAH IKAN (UPI) KE NEGARA MITRA







SUMBER:
BKIPM, 2011. Leaflet Prosedur Pendaftaran Unit Pengolah Ikan (UPI) ke Negara Mitra. Badan Karantina Ikan, Pengawasan Mutu dan Keamanan Produk Hasil Perikanan, Jakarta. di download pada laman http://www.bkipm.kkp.go.id/files/publikasi/poster/Leaflet_Pendaftaran_UPI.pdf

Senin, 18 Mei 2015

PERSYARATAN DAN TATA CARA PENERBITAN SERTIFIKAT KESEHATAN HASIL PERIKANAN








SUMBER:
BKIPM, 2014. Leaflet Persyaratan dan Tata Cara Penerbitan Sertifikat Kesehatan Hasil Perikanan. Badan Karantina Ikan, Pengawasan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan. di Download pada laman http://www.bkipm.kkp.go.id/files/publikasi/poster/Leaflet_HC_Final.pdf

Jumat, 15 Mei 2015

PERSYARATAN DAN TATA CARA PENERBITAN SERTIFIKAT PENERAPAN HACCP









SUMBER:
BKIPM, 2011. Leaflet Persyaratan dan Tata Cara Penerbitan Sertifikat Penerapan HACCP. Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Jakarta. di download pada http://www.bkipm.kkp.go.id/files/publikasi/poster/Leaflet_HACCP.pdf

Kamis, 14 Mei 2015

PROSEDUR PENANGANAN KASUS PENOLAKAN PRODUK PERIKANAN DI NEGARA TUJUAN EKSPOR







SUMBER:
BKIPM, 2011. Leaflet Prosedur Penanganan Kasus Penolakan Produk Perikanan di Negara Tujuan Eksport. Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Jakarta. di download pada laman http://www.bkipm.kkp.go.id/files/publikasi/poster/Leaflet_Penolakan2.pdf

Rabu, 13 Mei 2015

Lembaga Sertifikasi Produk Hasil Perikanan (LSPro-HP)


Organisasi Lembaga Sertifikasi Produk Hasil Perikanan (LSPro-HP) dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.61/MEN/2009 Tentang Pemberlakuan Wajib Standar Nasional Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan dan Peraturan Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Nomor 01/PER-DJP2HP/2013 Tentang Lembaga Sertifikasi Produk Hasil Perikanan yang berlokasi di Jl. Raya Setu No. 70, Cipayung Jakarta Timur 13880  Telp./fax (021) 84997969/ 84999370 email: lsprohp@mail.com
LSPro-HP adalah merupakan lembaga nonstruktural yang bersifat mandiri dan berada di bawah tanggung jawab Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
LSPro-HP merupakan lembaga yang bersifat independen, impartial dan professional dalam operasinya.
LSPro-HP selalu menggunakan standar produk yang diakui oleh stakeholder, dan dilaksanakan dengan prinsip efektif dan efisien.
LSPro-HP telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional dengan Nomor LSPr-40-IDN

KEBIJAKAN MUTU
LSPro-HP sebagai lembaga sertifikasi produk dilaksanakan berdasarkan Pedoman BSN SNI ISO/IEC 17065:2012 (Conformity assessment – Requirements for bodies certifying products, processes and services).
Manajemen LSPro-HP menjamin konsistensi dalam mengoperasikan sertifikasi berdasarkan SNI ISO/IEC 17065:2012 dengan menjaga ketidakberpihakan dan independensi dengan kegiatan training maupun konsultasi dilingkup yang sama dengan bidang sertifikasi.
LSPro-HP menjamin bahwa persyaratan SNI ISO/IEC 17065:2012 dan Panduan Mutu ini serta dokumen pendukungnya dimengerti, dilaksanakan, dan dipelihara oleh semua personil tetap maupun personil kontrak.
Dalam melaksanakan sertifikasi, LSPro-HPselalu menggunakan standar produk yang diakui oleh stakeholder, dan dilaksanakan dengan prinsip efektifitas dan efisiensi.

 VISI dan MISI
Visi LSPro-HP adalah menjadi Lembaga Sertifikasi Produk yang maju, mandiri, berdaya saing, dan terpercaya.
Misi LSPro-HP adalah:
a.     Meningkatkan kompetensi sumber daya LSPro-HP (Sumber Daya Manusia dan Sarana Prasarana)
b.     Meningkatkan kemandirian LSPro-HP
c.     Meningkatkan daya saing pelayanan LSPro-HP
d.     Meningkatkan kepercayaan konsumen  terhadap mutu  sertifikasi LSPro-HP



Sumber: www.teraskreasi.com


http://www.bbp2hp.p2hp.kkp.go.id/artikel-719-lembaga-sertifikasi-produk-hasil-perikanan-lsprohp.html#ixzz3NS5PCfZH

Selasa, 12 Mei 2015

MEMAHAMI TEKNIK PEMBUATAN SOSIS IKAN


SOSIS IKAN
Sosis ikan adalah salah satu olahan yang terbuat dari daging ikan yang sudah dihaluskan dan ditambah dengan bumbu-bumbu, kemudian dibungkus/dikemas dengan pengemas yang biasa disebut “Casing”. Jenis-jenis ikan yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat sosis ikan adalah ikan kakap, tenggiri, dan ikan lainnya. Di samping itu ada beberapa jenis ikan dasar yang merupakan hasil samping tangkapan udang (golongan trasfish) seperti bloso, selanget, kuniran, mata besar, tigawaja, dll. Jenis-jenis ikan tersebut termasuk ikan yang harganya relatif murah, berkulit keras tetapi dagingnya mengandung protein yang sama dengan jenis ikan lain. Ikan yang berwarna putih/krem, bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan sosis ikan. Daging ikan dari golongan trasfish biasanya diolah menjadi surimi yang dapat digunakan sebagai bahan baku sosis ikan.

BahanBaku:
Surimi/Mince               100 %       700 g
BahanTambahandanBahanPembantu:
Garam                           1,5 %     (11 g)
Lada                              0,5 %     (4 g)
Susu Bubuk                     3 %     (21 g)
Bawang Putih                  2 %      (14 g)
Bawang Merah                3 %        (21 g)
Jahe                              0,5 %       (4 g)
Tepung Tapioka               20 %     (140 g)
Sorbitol (gula halus)         2 %     (14 g)
Baking Soda                  0,2 %     (1 g)
Flavour (smoke)            0,5 %     (4 ml)
Minyak Goreng                2 %     (14 ml)
Air Es                   20 %-30 %      (140-210 ml)
Pewarna                  Secukupnya

Peralatan:
  1. Food processor/silent cutter/mixer
  2. Waterbath/Kompor
  3. Panci Perebusan
  4. Pisau Talenan
  5. Sendok
  6. Sodet
  7. Serokan
  8. Stuffer
  9. Plastik Casing
 Cara Pengolahan Sosis Ikan:
  1. Surimi dilumatkan bersama dengan garam kedalam Food processor
  2. Adonan kemudian dimasukkan ke dalam cashing (pembungkus sosis) dengan menggunakan alat sosis (stuffer). Setiap panjang tertentu (5 cm) sosis diikat dengan klem secara otomatis atau dengan cara manual.
  3. Sosis hasil cetakan direbus pada suhu 400 C selama 20 menit. Selanjutnya direbus pada suhu 900 C selama 20 menit. Kemudian dinginkan dan dikemas.


Sumber: www.teraskreasi.com
http://www.bbp2hp.p2hp.kkp.go.id/artikel-748-sosis-ikan.html#ixzz3NS3BherD

Senin, 11 Mei 2015

MEMAHAMI TEKNIK PENGOLAHAN KERUPUK IKAN


Teknologi Pengolahan Kerupuk Ikan

Kerupuk atau krupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa seperti udang  atau ikan. Kerupuk dibuat dengan mengukus adonan sebelum dipotong tipis-tipis, dikeringkan di bawah  sinar matahari dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak. Kerupuk bertekstur garing dan sering dijadikan pelengkap untuk berbagai makanan Indonesia seperti nasi gorengdan gado gado.  Kerupuk udang dan kerupuk ikan adalah jenis kerupuk yang paling umum dijumpai di Indonesia. Kerupuk berharga murah seperti kerupuk aci atau kerupuk mlarat hanya dibuat dari adonan sagu dicampur garam, bahan pewarna makanan, dan bumbu penyedap. Kerupuk biasanya dijual di dalam kemasan yang belum digoreng. Kerupuk ikan dari jenis yang sulit mengembang ketika digoreng biasanya dijual dalam bentuk sudah digoreng. Kerupuk ikan merupakan produk hasil perikanan yang terbuat dari campuran daging ikan dan bumbu-bumbu/bahan-pembantu lainnya melewati proses pengadonan, percetakan, perebusan/pengukusan, pengirisan dan pengiringan.

Bahan :
  • Lumatan daging ikan                      20%                            200 gr
 Bahan pembantu dan bahan tambahan :
  • Tepung tapioca                                80%                            800 gr
  • Garam                                                2,5%                           25 gr
  • Gula halus                                        0,5%                           5 gr
  • Soda kue                                           0,1%                           1 gr
Cara membuat : 
 1. Pelumatan daging
Daging ikan dilumatkan dengan menggunakan alat pelumat daging (grinder) atau dilumatkan secara manual dengan cara dicincang menggunakan pisau
2. Pembuatan bubur ikan
Daging ikan yang sudah lumat kemudian ditambahkan 2,5% garam, 0,5% gula, 0,7% vetsin, 0,1% soda kue dari total jumlah tepung dan ikan yang digunakan
     a. Pembuatan tajin
Perbandingan antara daging ikan dan tepung tapioca dalam pengolahan kerupuk ini adalah 1:4.  Ambil tepung sebanyak 10% dari jumlah tepung kemudian larutkan dalam air dingin hingga tepung larut dalam air (jumlah air yang digunakan sesuai dengan jumlah tepung yang akan dilarutkan).  Panaskan air (+ 50 % dari total jumlah tepung dan ikan yang digunakan) hingga mendidih, selanjutnya tuang air panas tersebut sedikit demi sedikit ke dalam tepung yang sudah dilarutkan, sambil diaduk cepat sampai larutan tepung menjendal menyerupai lem yang berwarna putih bersih. Air panas yang disediakan tidak selalu harus habis, penambahan air dihentikan pada saat larutan sudah mulai menjendal.

      b. Pembuatan adonan
Campurkan bubur ikan kedalam tajin dan diaduk, kemudian tambahkan tepung tapioca sedikit demi sedikit serta diaduk sampai homogen.  Penambahan tepung dilakukan sampai adonan bila dipegang tidak lengket di tangan.

Pencetakan
Adonan dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
      d. Pengukusan
Pengukusan dilakukan selama 30 menit atau sampai matang.  Kerupuk dianggap matang bila adonan yang dikukus ditusuk dengan lidi tidak lengket.  Kemudian kerupuk didinginkan pada suhu ruang selama 1 malam.  Hal ini dimaksudkan agar kerupuk menjadi keras dan memudahkan dalam proses pemotongan.
  • Pemotongan dan Pengeringan
Kerupuk yang sudah kering dipotong-potong sesuai dengan ketebala yang diinginkan.  Selanjutnya dilakukan pengeringan dengan penjemuran di bawah sinar matahari dengan menggunakan para-para sampai kering.  Lama pengeringan kira-kira satu sampai dua hari.
  • Penggorengan
Setelah kerupuk kering, kemudian dilakukan penggorengan dengan pemanasan pada suhu 200ÂșC atau sampai kerupuk mengembang.
  • Pengemasan
Kerupuk dikemas sesuai kebutuhan, dalam bentuk mentah maupun matang