Friday, 18 August 2017

Pengemasan Benih Ikan Kerapu Tikus atau Kerapu Macan Pada Sarana Angkutan Udara (Ringkasan SNI 01-6487.3-2002)



BATASAN
Standar ini menetapkan persyaratan dan tata cara pengemasan. Pengemasan benih kerapu tikus atau kerapu macan pada sarana angkutan udara adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan kemasan yang aman untuk benih dan keselamatan penerbangan.


PERSYARATAN
1)   Bahan kemas : kotak styrofoam, lakban (tape band), strapping band sesuai SNI 194855-1998 pasal 4, kantung plastik benih (bahan PE atau HD dengan ketebalan 0,15 mm rangkap dua dan berukuran 5 l), katung plastik berukuran besar untuk pembungkus kantung-kantung plastik benih dan styrofoam (bahan PE atau HD dengan ketebalan 0,3 mm), kardus pembungkus kotak styrofoam dengan tinggi ¾ ketinggian kotak styrofoam. 
2)   Air bersih : bebas patogen karantina dan bersalinitas sesuai dengan air asal  benih. 
3)   Kualitas benih : bebas patogen karantina dan lulus uji sesuai dengan persyaratan pada SNI 01-6497.4-2000 tentang seleksi udang windu terinfeksi penyakit bercak putih dengan pencucian formalin. 
4)   Kepadatan benih (waktu angkut 15 – 20 jam) : ukuran 3 – 4 cm sebanyak 25  - 30 ekor/liter, ukuran 5 – 7 cm sebanyak 20 – 25 ekor/liter, ukuran 8 – 10 cm (gelondongan) sebanyak 10 – 15 ekor/liter. 
5)   Perbandingan air dan oksigen dalam kantung plastik benih 1:3. 
6)   Suhu air awal 22 – 250C dan suhu akhir maks 300C.

TATA CARA PENGEMASAN
1)   Benih yang sudah diberok selama 10 -12 jam dimasukkan kedalam kantung plastik rangkap 2 yang telah diisi air sebanyak 1/3 dari volume kantung dengan kepadatan sesuai persyaratan kepadatan.
2)   Kantung plastik berukuran besar dimasukkan kedalam kardus atau kotak styrofoam dan kantung-kantung plastik benih selanjutnya ditata vertikal di dalamnya.
3)   Untuk menjaga suhu selama pengangkutan diberi es batu dalam plastik.
4)   Kantung plastik benih diisi oksigen dengan volume sesuai dengan persyaratan dan diikat dengan min 3 karet gelang. 
5)   Disela –sela kantung plastik benih disisipkan es dalam plastik dan dilapisi kertas koran dengan jumlah es maks 5% (berat per isi atau w/v) dari volume air.
6)   Kantung plastik besar berisi kantung-kantung plastik benih selanjutnya diikat dengan karet gelang.
7)   Kardus atau kotak styrofoam yang telah berisi benih kemudian ditutup rapat dan dieratkan dengan lakban.
8)   Kotak styrofoam dimasukkan dalam kantung plastik, diikat karet gelang dan dimasukkan ke dalam kardus.
9)   Kardus diikat dengan strapping band pada kedua sisinya, ditimbang dan diberi label sesuai dengan SNI 19-4855-1998 pasal 8.
10) Kardus atau kotak styrofoam diberi stiker atau tulisan jangan dibalik dan jangan terpapar sinar matahari langsung.

REFERENSI
BSN, 2002. SNI  01-6487.3-2002  Pengemasan benih ikan kerapu tikus atau kerapu macan pada sarana angkutan udara. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
https://www.google.co.id/search

Thursday, 17 August 2017

Pengemasan Benih Ikan Kerapu Tikus atau Kerapu Macan Pada Sarana Angkutan Darat (Ringkasan SNI 01-6487.2-2002)



BATASAN
Standar ini menetapkan persyaratan dan tata cara pengemasan. Pengemasan benih kerapu tikus atau kerapu macan pada sarana angkutan darat adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan kemasan yang aman untuk benih. 

PERSYARATAN 
1)   Bahan kemas : kardus atau kotak styrofoam, kantung plastik benih (bahan PE atau HD dengan ketebalan 0,15 mm rangkap dua dan berukuran 2 l, 5 l atau 10 l), katung plastik berukuran besar untuk pembungkus kantung-kantung plastik benih (bahan PE atau HD dengan ketebalan 0,3 mm), lakban (tape band); 
2)   Air laut : bersih, bebas patogen karantina dan bersalinitas sesuai dengan air asal benih; 
3)   Kualitas benih : sesuai dengan persyaratan pada SNI 01-6487.2-2000 dan SNI 016488.2-2000; 
4)   Kepadatan benih : waktu angkut 15 – 20 jam, ukuran 3 – 4 cm sebanyak 25  - 30 ekor/liter, ukuran 5 – 7 cm sebanyak 20 – 25 ekor/liter, ukuran 8 – 10 cm (gelondongan) sebanyak 10 – 15 ekor/liter; 
5)   Perbandingan air dan oksigen : dalam kantung plastik benih 1:3;  6) Suhu air : awal 22 – 25 0C dan suhu akhir maks 300C.

TATA CARA PENGEMASAN
1)   Benih yang sudah diberok selama 10 -12 jam dimasukkan kedalam kantung plastik rangkap 2 yang telah diisi air sebanyak 1/3 dari volume kantung dengan kepadatan sesuai persyaratan kepadatan.
2)   Kantung plastik berukuran besar dimasukkan kedalam kardus atau kotak styrofoam dan kantung-kantung plastik benih selanjutnya ditata vertikal di dalamnya.
3)   Untuk menjaga suhu selama pengangkutan diberi es batu dalam plastik.
4)   Kantung plastik benih diisi oksigen dengan volume sesuai dengan persyaratan dan diikat dengan min 3 karet gelang. 
5)   Di sela–sela kantung plastik benih disisipkan es dalam plastik dan dilapisi kertas koran dengan jumlah es maks 5% (berat per isi atau w/v) dari volume air.
6)   Kantung plastik besar berisi kantung-kantung plastik benih selanjutnya diikat dengan karet gelang.
7)   Kardus atau kotak styrofoam yang telah berisi benih kemudian ditutup rapat dan dieratkan dengan lakban.
8)   Kardus atau kotak styrofoam diberi stiker atau tulisan jangan dibalik dan jangan terpapar sinar matahari langsung.

REFERENSI
BSN, 2002. SNI  01-6487.2-2002  Pengemasan Benih Ikan Kerapu Tikus atau Kerapu Macan Pada Sarana Angkutan Darat. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
https://www.google.co.id/search

Wednesday, 16 August 2017

Produksi Pembesaran Ikan Kerapu Tikus (Cromileptes altivelis) Kelas Pembesaran (Ringkasan SNI 01-6487.4-2000)



BATASAN
Standar ini menetapkan klasifikasi, persyaratan produksi, dan cara pengukuran ikan kerapu tikus kelas pembesaran. 

PERSYARATAN PRODUKSI
Pra produksi
1) Lokasi pembesaran : letak KJA perairan pantai yang terlindung adanya gelombang dan angin kencang dengan kedalaman 7 – 15 meter dari surut terendah; perairan tidak tercemar, salinitas 31 – 34 ppt, lokasi mudah terjangkau dan tidak terdapat pada alur pelayaran. 
2) Wadah : produksi ikan ukuran 15 – 25 gram ; KJA ukuran 8 m x 8 m terdiri dari 16 kotak ukuran @ 1,5 m x 1,5 m; waring (polythelyne) ukuran 1 x 1 x 1,5 m dengan ukuran mata waring 2 – 4 mm; jaring PE (polythelyne) ukuran 3 x 3 x 3 m (mata jaring 0,75 – 1,25 inci) dengan jumlah 18 – 24 (D18 – D24) utas benang dalam satu lilitan tali. 
1) Benih sesuai dengan SNI 01-6488.2-2000. 
2) Bahan : a) produksi ukuran 15 – 25 gram : benih lepas pembenihan (5 – 7 cm), pakan cacahan daging ikan segar, dan pakan buatan (kandungan protein > 50 % dan lemak 10 – 12%), bahan kimia dan obat-obatan : acriflavin, prefuran, methylne blue, vitamin D dan multivitamin. b) produksi ukuran 50 – 75 gram dan 500 – 1200 gram : benih hasil penggelondongan ukuran 15 – 25 gram, pakan ikan rucah segar dan pakan buatan (kandungan protein >50% dan lemak 10% - 12%), bahan kimia dan obat-obatan  acriflavin, prefuran, treflan, methylyne blue, vitamin C, dan multivitamin.  
3) Peralatan : a) produksi ukuran  15 – 25 gram : peralatan lapangan (selang, aerator, batu aerasi, serok, ember, alat potong pakan, gayung, alat grading, timbangan, wadah pakan), alat transportasi, cool box, alat ukur kualitas air (suhu, salinitas, oksigen, pH, dll). b) produksi ukuran  50 – 75 gram dan 500 – 1200 gram : peralatan lapangan (selang, aerator, batu aerasi, serok, ember, alat potong ikan), alat transportasi, cold box, alat ukur kualitas air (suhu, salinitas, oksigen, pH). 

Proses  produksi
1)   Kualitas air : produksi ikan pembesaran (KJA) suhu air 26 – 32 °C; salinitas 31 – 34 ppt,       pH 7 – 8,5, kecepatan arus 20 – 25 cm/detik, kecerahan > 3  meter; bahan organik < 50 ppm.  1) Padat tebar : padat tebar ikan ukuran 15 – 25 gram, padat tebar ikan ukuran 50 – 75 gram, padat tebar ikan ukuran 500 – 1.200 gram. 
2)   Penggunaan bahan : produksi ikan pembesaran : penggunaan pakan : penggunaan pakan rucah dan pakan buatan (pellet); penggunaan anastesi, desinfektan dan obat-obatan. 3) Waktu pemeliharaan : 15 – 25 gr, 1 bulan ; 50 – 75 gr,  2 bulan dan 500 – 600 gr,  4 bulan.
Pemanenan
1)   Sintasan produksi : sintasan ikan 15 – 25 gram; sintasan ikan 50 – 75 gram. 
2)   Ukuran panen : ikan 15 – 25 gram sesuai SNI 01-6487-2000; ikan 50 – 75 gram sesuai SNI 01-6487-2000, ikan 500 – 1.200 gram sesuai SNI 01-6487-2000. Tata cara pemeriksaan : cara pengukuran kualitas air media pemeliharaan; cara pengukuran dosis penggunaan bahan.

CARA PENGUKURAN 
1)   Kualitas air media pemeliharaan.
2)   Dosis penggunaan bahan.













REFERENSI
BSN, 2000. SNI  01-6487.4-2000  Produksi Pembesaran Ikan Kerapu Tikus (Cromileptes altivelis, Valencienes) Kelas Pembesaran. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
https://www.google.co.id/search

Pengemasan Benih Ikan Kerapu Tikus atau Kerapu Macan Pada Sarana Angkutan Udara (Ringkasan SNI 01-6487.3-2002)

BATASAN Standar ini menetapkan persyaratan dan tata cara pengemasan. Pengemasan benih kerapu tikus atau kerapu macan pada sarana angk...